Resensi Buku "Jokowi, Spirit Bantaran Kali Anyar"
Judul : Jokowi, Spirit
Bantaran Kali Anyar
Pengarang : Domu D. Ambarita, DKK.
Tahun terbit : 2012
Nama penerbit : PT. Elex Media Komputindo
Kota terbit : Jakarta
Jumlah halaman : 251
Cetakan ke- : 2
Buku
karangan Domu D. Ambarita, DKK. Ini terbit tahun 2012. Buku yang berjudul Jokowi,
Spirit Bantaran Kali Anyar terbit di Jakarta. Buku yang berjumlah 251
halaman ini memuat kisah Jokowi hingga menjadi Wali Kota DKI Jakarta. Selain
itu, buku ini juga menceritakan awal Jokowi memulai karir di pemerinntahan.
Jokowi atau Joko Widodo adalah anak
pertama dari empat bersaudara. Sejak kecil beliau telah terbiasa memikul
tanggung jawab. Pada 2005 Jokowi memutuskan untuk mengabdi kepada bangsa dan
negara. Beliau terpilih sebagai Wali Kota Surakarta. Karena kerja dan sikap
tanggung jawabnya beliau akhirnya terpilih menjadi Wali Kota untuk kedua
kalinya.
Jokowi terkenal dengan sifatnya yang
ngewongke wong dan keahliannya dalam berdiplomasi sehingga membuat
beliau sangat dicintai masyarakat Surakarta. Dalam pemerintahannya Jokowi
dikenal murah senyum, ramah, dan menghormati sesama sehingga beliau
menyelesaikan masalah pemerintahannya tanpa ada kericuhan. Orang yang suka
dengan musik rock ini juga memiliki taktik untuk menyelesaikan berbagai
permasalahan masyarakat Surakarta yaitu dengan cara diplomasi meja makan.
Selain itu, beliau juga terkenal dengan kemeja kotak-kotaknya.
Buku ini memilik isi yang menarik,
di samping menceritakan Jokowi buku ini juga menceritakan kisah lucu dan
kenangan orang-orang yang dekat dengan Jokowi. Buku ini memiliki sampul yang
menarik dan hurufnya juga nyaman di mata. Akan tetapi kertasnya agak buram dan
isinya agak sulit dipahami karena berisi banyak percakapan. Dan juga gambarnya
sedikit kurang jelas.
Disarankan bagi pembaca yang ingin
mengenal lebih dalam tentang sosok Jokowi. Buku ini juga memuat kisah
inspiratif dari Jokowi yang dapat kita ambil hikmahnya. Selain itu, buku ini
juga memuat kisah jenaka sosok Jokowi dalam pemerintahannya. Oleh karena itu
buku ini layak dibaca.